Ridwan's Blog

Sabtu, 16 April 2011

Skype 5.3.0.108

Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer). Program ini merupakan program bebas (dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia. Pengguna Skype dapat berbicara dengan pengguna Skype lainnya dengan gratis, menghubungi telepon tradisional dengan biaya (skypeOut), menerima panggilan dari telepon tradisional (SkypeIn), dan menerima pesan suara [1] . Teknologi skype ditemukan oleh wirausahawan Niklas Zennström dan Janus Friis, orang yang sama yang menemukan Kazaa dan Joost (P2P untuk televisi). Skype lalu berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP yang sudah ada seperti SIP, IAX, dan H.323. Grup Skype yang dibentuk pada bulan September 2003 lalu dibeli oleh perusahaan lelang internet raksasa di Amerika e-Bay pada bulan September 2005 dan bermarkas di Luxembourg, Jerman dengan kantor-kantor di London, Inggris, Praha, Rusia dan San Jose, California, A.S.
Sejak diluncurkan skype telah mengalami pertumbuhan pesat baik dari penggunaannya yang populer maupun pengembangan perangkat lunaknya, jasa yang ditawarkan pun menjadi beragam mulai dari penggunaan gratis maupun berbayar.
Hanya dalam beberapa tahun saja pada bulan April 2006 Skype memiliki 100 juta pengguna.

bagi yang ingin programnya,.sy bagi2 dech,.
klik saja disini n klik free download

Selasa, 05 April 2011

Himne Guru

Apakah kita masih ingat guru yang telah mengajarkan banyak hal dalam kehidupan kita,.??
apakah masih ada senyuman indah dari mereka yang mengajarkan kita bertutur kata baik dan sopan,.??
tugas mereka hanya mengajarkan kita yang BAIK untuk jadi orang baik nantinya,.
saya selalu merindukan masa-masa itu,.masa-masa dengan senyuman mereka, tawa mereka, dan KASIH SAYANG GURU-KU

lagu Hymne Guru selalu mengiring saya menuju masa itu,.berbagi kenangan akan besarnya ilmu yang mereka berikan hingga sampai sekarang saya bisa menuliskan kata-kata ini,.

mari berbagi dan jangan pernah lupakan GURU kita.silahkan unduh
1. Download lagu Himne Guru mp3 Instrumen
2. Partitur Paduan Suara Himne Guru
3. Himne Guru mp3 Ronald Parinsi

Senin, 04 April 2011

Teori Karir John L. Holand

                                                                 John L Holland. 1942
Berdasarkan teori John Holland, umumnya manusia dibedakan dalam 6 tipe kepribadian yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Sosial, Enterprising, dan Conventional.
1. Tipe Realistik
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain.
Orang model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas-tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan tantangan bagi penghuni lingkungan ini. Untuk dapat memecahkan masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan mekanik, ketahanan dan gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan seringkali berada diluar gedung.Sifat-sifat yang nampak dengan jelas dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan keberhasilan. digambarkan sebagai orang yang memiliki skill bekerja dengan mesin, alat atau binatang. umumnya menghindari aktivitas sosial seperti pengajar, penyenbuh dan penyuluh. orang dengan tipe kepribadian seperti ini biasanya melihat diri mereka sebagai pribadi yang praktis, mekanis dan realistis. 
contoh pekerjaan dalam lungkup ini adalah engineer, pilot atau petugas polisi.

2. Tipe investigative
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat intraseptif.
Orang model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif. Bukan tergantung kepada pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan masalah yang efektif dan efisien diperlukan intelejensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat objektif dan bisa diukur, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan memerlukan kecakapan intelektual daripada kecakapan manual. Kecakapan menulis mutlak dipelihara dalam oreientasi ini.
contohnya pekerjaan dalam tipe ini ialah ahli kimia, dokter gigi, physician, ahli matematik.

3. Tipe Artistik
Tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri.
Orang model orientasi artistic ini ditandai dengan berbagai macam tugas dan masalah yang memerlukan interpretasi atau kreasi bentuk-bentuk artistic melalui cita rasa, perasaan dan imajinai.Dengan kata lain, orientasi artistic lebih menitikberatkan menghadapi keadaan sekitar dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal,  keteraturan, atau keadaan yang menuntut keterampilan fisik. suka melakukan aktivitas seni, drama, keteampilan tangan, menulis sastra. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang ekspresif, orisinil dan independen.
contoh pekerjaan yang cocok ialah desainer pakaian, penari, komposer, editor buku dan graphic designer.

4. Tipe Sosial
Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm membutuhkan perhatian, memiliki kecakapan verbal, hubungan antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapid an teratur, menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan.
Orang model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan untuk menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Secara umum orientasi kerja dapat menimbulkan rasa harga diri dan status. Suka menolong sesama serta pandai melkukan kegiatan seperti mengajar, konseling, merawat atau memberi informasi. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang suka menolong, bersahabat dan bisa dipercaya. contohnya, guru, konselor, perawat pekerja sosial.

5. Tipe Enterprising
Tipe model ini memiliki cirri khas diantaranya menggunakan ketrampilan-ketrampilan berbcara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan, status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan.
Orang model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang menitikberatkan kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain. Umumnya menghindari aktivitas yang membutuhkan observasi mendalam dan pemikiran analistis. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang enerjik, ambisius dan bisa bersosialisasi. Contohnya, sales, agen real estate, pengacara, hakim, manajer hotel.

6. Tipe Conventional
Tipe model ini pada umumnya  memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari situasi yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaaan, memberi nilai yang tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya ketergantungan pada atasan.
Orang model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai  dengan berbagai macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses informasi verbal dan  dan matematis secara kontinu, rutin, konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah akan nampak dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat. Suka bekerja dengan angka-angka, berkas-berkas dan segala yang serba teratur. menghindari aktivitas yang tidak terstruktur dan tidak jelas. Tipe ini melihati dirinya sebagai pribadi yang teratur dan mengikuti sistem yang sudah baku. Contohnya, sekretaris, teller bank.

KESIMPULAN
1.      Individu dalam memilih jabatannnya sangat tergantung dari corak hidupnya, yaitu yang terlihat dari hasil pengukuran penilaian diri dan intelejensi yang kemudian akan hasil tersebut didapatkan hierarkis pilihan pekerjaannnya yang di urutkan berdasar enam golongan orientasi John L. Holland.
2.      Individu dalam memilih pekerjaannya karena dipengaruhi oleh sejarah hidupnya dam juga karena tekanan sosial yang terjadi pada dirinya.
3.      Penggolongan model-model orientasi ditujukan agar bisa diketahui urutan kecenderungan seseorang dalam bekerja.

Teori Karir David Tiedeman

David Tiedeman
Konsep kunci Tiedeman dalam pendekatan konselingnya terhadap perkembangan karir adalah self-development dalam pengertian yang luas. Fokus utamanya adalah perkembangan kognitif total individu dan proses pembuatan keputusan yang dihasilkannya. Menurut Tiedeman, perkembangan karir terjadi dalam proses perkembangan kognitif secara umum ketika individu mengatasi krisis egonya yang relevan. Dia yakin bahwa perkembangan identitas ego merupakan faktor yang sangat penting dalam proses perkembangan karir.
Tiedeman mengkonseptualisasikan perkembangan karir sebagai sebuah proses diferensiasi identitas ego yang berkelanjutan, memproses tugas-tugas perkembangan, dan mengatasi krisis psikososial. Aktivitas-aktivitas tersebut dipersepsi dalam kerangka tahapan waktu. Keputusan karir dicapai melalui pola pemecahan masalah yang sistematik yang mencakup tujuh langkah:
a) Eksplorasi.
b) Kristalisasi.
c) Pilihan.
d) Klarifikasi.
e) Induksi.
f) Reafirmasi.
g) Integrasi.
 
Ketika ego identity berkembang, kemungkinan-kemungkinan pembuatan keputusan karir yang relevan juga berkembang. Akhirnya dalam pembuatan keputusan karir, individu mencapai suatu titik yang oleh Tiedeman disebut differentiation dan integration. Diferensiasi adalah proses mengevaluasi self atau self-in-world melalui pengidentifikasian dan studi tentang berbagai aspek okupasi. Proses ini kompleks dan unik untuk masing-masing individu, tergantung pada potensi biologis dan struktur social lingkungannya. Pada saat struktur kognitif individu berkembang, dorongan untuk mencapai diferensiasi pun terbentuk, secara fisiologis ataupun psikologis. Aktivitas dalam lingkungan individu, termasuk pendidikan formal, memberikan stimulasi eksternal.
Salah satu tujuan utama diferensiasi adalah untuk mengatasi krisis trust-mistrust (Erikson, 1950) yang terkait dengan dunia kerja. Tiedeman dan O’Hara (1963) berasumsi bahwa masyarakat dan individu senantiasa berusaha kea arah satu tujuan yang sama: untuk saling memberikan makna. Pada esensinya, individu berusaha untuk berintegrasi ke dalam masyarakat — khususnya ke dalam suatu karir — untuk mendapatkan penerimaan oleh para anggota bidang karir tersebut namun tetap mempertahankan sebagian dari individualitasnya. Jika keunikan individu memperoleh kesesuaian dengan keunikan dunia kerja, maka integrasi, sintesis, keberhasilan, dan kepuasan akan menyertainya. Menurut Tiedeman, teori pemilihan okupasi dan perkembangan vokasional belum mengeksplorasi bagaimana proses evolusi diferensiasi dan integrasi dapat diaplikasikan pada perkembangan karir. Oleh karena itu, dia telah mengkonseptualisasikan sebuah pola atau paradigma problem solving sebagai mekanisme pembuatan keputusan karir. 

Teori Karir Donald E. Super

Donald Super’s Developmental Self-Concept Theory


Donald Super percaya bahwa manusia itu bisa melakukan banyak hal namun jalan ditempat dan perubahan yang terjadi pada individu itu berkelanjutan. Teori ini merupakan model perkembangan yang sangat komperehensif yang mencoba untuk menjelaskan berbagai pengaruh penting pada seseorang saat mereka mengalami peran dalam pengalaman hidup yang berbeda dan berbagai tahap kehidupan. Berikut adalah beberapa prinsip utama dari teori ini:
  1. Setiap orang mempunyai potensi. Seseorang mempunyai kemampuan dan bakat yang mereka kembangkan sesuai dengan peran kehidupan yang berbeda dan membuat mereka mampu melakukan berbagai tugas dan berbagai pekerjaan.
  2. Dalam membuat pilihan kejuruan, seorang individu mengekspresikan pemahaman dan konsep dirinya Orang-orang mencari kepuasan kerja melalui karir dimana mereka dapat mengekspresikan diri mereka dan menerapkan dan mengembangkan konsep-diri. Pengetahuan diri adalah kunci untuk pilihan karier dan kepuasan kerja.
  3. Pengembangan karir adalah kehidupan panjang dan terdiri dari lima tahap utama kehidupan: Growth, Exploration, Establishment, Maintenance and Disengagement. Setiap tahap memiliki seperangkat tugas unik dalam pengembangan karirnya dan penghitungan untuk perubahan dan keputusan yang orang dari karir awal hingga masa pensiun.
  4. Ada lima tahapan berurutan. Seseorang melalui siklus dari masing-masing tahapan ketika mereka mulai memasuki transisi karir.
  5. Seseorang memainkan peran yang berbeda sesuai dengan kehidupannya termasuk peran sebagai pekerja. Kepuasan kerja meningkat ketika self conceptnya memandang working selfnya teritegrasi dengan peran kehidupannya.

Teori ini menekankan pada pentingnya pengembangan self concept. Menurut Super, self concept berubah tiap waktu dan perkembangannya menghasilkan pengalaman baru.
Super berpendapat bahwa jabatan pilihan dan kompetensi sejajar dengan situasi kehidupan sesorang, disetiap waktu dan pengalaman. Super mengembangkan konsep vocational maturaty, yang mungkin cocok atau tidak dengan chronological age : siklus ini dialami seseoarang pada saat tahapan dimana mengalamai transisi karir.
Adapun pentahapan – pentahapannya sendiri menurut tahapan usia berikut karakteristiknya adalah sebagai berikut :
Tahapan Usia Karakteristik
Pertumbuhan Sejak lahir hingga usia 14 atau 15 Pembeentukan konsep diri, mengembangkan kapasitas, sikap, minat, dan kebutuhan serta membentuk sebuah pemahaman umum dari sunia kerja
Eksplorasi 15 – 24 tahun ”try out” melalui kelas – kelas, pengalaman kerja, hobi – hobi. Mengumpulkasn informasi yang relevan. Pilihan tentative dan pengembangan skill – skill terkait.
Memulai (establishment) 25 – 44 tahun Memasuki pembangunan skill dan stabilisasi melalui pengalaman kerja
Pemeliharaan (maintenance) 45 – 64 tahun Proses penyesuaian berlanjut untuk meningkatkan posisi
Penurunan (decline) 65 tahun ke atas Mengurangi output, menyiapkan diri untuk masa pensiun
Individu berubah seiring waktu dan pengalaman, serta mengalami kemajuan melalui tahapan perkembangan vokasional berikut ini :
Vokasional Usia Karakteristik Umum/Tugas Perkembangan
Crysrallization 14 – 18 tahun Mengembangkan dan merencanakan sebuah tujuan vokasional yang mungkin untuk diraih
Spesifikasi 18 – 21 tahun Menegaskan tujuan vokasional
Implementasi 21 – 24 tahun Pelatihan dan menghasilkan pekerjaan
Stabilisasi 24 – 35 tahun Bekerja dan menegaskan pilihan karir
Konsolidasi 35 tahun ke atas Peningkatan dalam karir
Walaupun sebenarnya Super menghadirkan tahapan–tahapan dan tugas–tugas dalam sebuah rangkaian, ia kemudian menambahkan bahwa kita berputar dan melakukan putaran sepanjang kehidupan kita sebagaimana kita mengadaptasi perubahan dalam diri kita sebaik trend yang juga berkembang dalam dunia kerja. Memahami usia–usia ini dan menghubungkan tahapan–tahapan dari pengembangan karir membantu fasilitator memilih respon–respon dan aktivitas yang tetap.
Super dan Thompson (1979) mengidentifikasikan 6 faktor dalam kedewsaan vokasional:
  1. Kesadaran akan perencanaan ke depan
  2. Kemampuan pembuatan keputusan
  3. Pengetahuan dan penggunaan sumber – sumber informasi
  4. Informasi karir umum
  5. Dunia umum dari informasi pekerjaan
  6. Informasi detail tentang preferensi pekerjaan
Super juga melihat pada peran berbeda yang kita mainkan sepanjang kehidupan kita dan kepentingan relatif yang kita berikan pada peran – peran ini sepanjang kehidupan kita. Singkatnya, teori konsep diri menghipotesiskan bagaimana seorang individu, secara sadar atau tidak sadar, mendefinisikan diri mereka dari sebuah istilah predisposisi konsep diri untuk mencari tipe pilihan karir.
Individu yang memiliki cita-cita tentang pekerjaannya, memilih pekerjaan, menyelesaikan permasalahan masa transisi dari sekolah ke dunia kerja, proses menyesuaikan diri di dunia kerja, adalah proses-proses yang dilalui oleh individu ketika mulai masuk ke dunia kerja atau biasa disebut dengan berkarir. Donald E. Super (1957) memiliki pandangan mengenai dunia kerja atau individu yang berkarir dipengaruhi oleh rentang perkembangannya. Super memandang erat kaitannya antara perjalanan hidup individu dengan proses yang harus dilaluinya ketika hendak berkarir.
Referensi :
Super, D.E. (1990). A life-span, life-space approach to career development. In D. Brown & L. Brooks (Eds.) Career choice and development: Applying contemporary theories to practice (2nd ed.), p. 216. San Francisco: Jossey-Bass

Teori karir Anne Roe

Teori Karir Anne Roe
POKOK-POKOK PIKIRAN TEORI KARIR ANNE ROE


Anne Row adalah seorang guru besar di University of Arizona. salah satu teori yang dihasilkan oleh Anne Row adalah tentang pilihan jabatan yang dapat dijabarkan sebagai berikut:


1. Teori Anne Roe didasarkan pada suatu usaha untuk menunjukkan suatu hubungan antara pilihan karir dengan perbedaan individu seperti perbedaan latar belakang, perbedaan phisik, perbedaan psikologis dan perbedaan pengalaman.
2. Roe adalah pengikut aliran Humanistik, walau memiliki perbedaan-perbedaan dengan aliran Humanistik. Aliran Humanistik menyatakan bahwa ada 8 kebutuhan yaitu:
a. Kebutuhan fisiologis
b. Kebutuhan rasa aman
c. Kebutuhan untuk memiliki dan mencintai
d. Kebutuhan untuk dianggap penting, respek, harga diri dan indipenden
e. Kebutuhan akan informasi
f. Kebutuhan untuk bisa memahami dan dipahami
g. Kebutunan untuk keindahan
h. Kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Dalam teorinya, Roe lebih mementingkan adanya kebutuhan untuk bisa dianggap penting, respek, harga diri dan indipenden bagi seseorang untuk dapat mengaktualisasikan diri.

3. Roe mengelompokkan 8 jenis pekerjaan sebagai berikut:
a. Services: Jenis pekerjaan ini mengutamakan layanan kepada orang lain. Pelayanan yang dimaksud adalah perhatian terhadap kebutuhan dan kesejahteraan orang lain. Pekerjaan ini antara lain adalah pekerja sosial, konselor, layanan-layanan konsultasi dan lain sebagainya.
b. Bussiness Contact: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan kegiatan tatap muka antara dua orang atau lebih yang membicarakan keuntungan, investasi, real estate. Hubungan antara dua orang sangat dibutuhkan, tetapi sebatas kegiatan persuasif dari pada pemberian bantuan

c. Organization: Jenis pekerjaan ini berbubungan erat dengan kegiatan manajerial baik di sebuah perusahaan atau lembaga-lembaga baik pemerintahan atau swasta. Jenis pekerjaan ini menutamakan efisiensi dan produktivitas sebuah lembaga, sehingga di dalamnya terdapat hubungan interpersonal yang sangat formal.

d. Technology: Jenis pekerjaan ini berkaitan erat dengan produksi barang, perawatan dan transportasi untuk mendukung layanan jasa. Hubungan interpersonal sangat kurang, karena mereka cenderung berhubungan dengan alat-alat.

e. Outdoor: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan kegiatan-kegiatan seperti penyemaian dan penanaman tanaman-tanama hutan, usaha-usaha pengeboran bahan mineral dan gas bumi, usaha-usaha pengumpulan hasil hutan, kegiatan yang berkaitan dengan kelautan, usaha penangkaran binatan liar dan lain sebagainya. Jenis pekerjaan ini menunjukkan adanya hubungan antar manusia yang minim.

f. Sience: Jenis pekerjaan ini berhubungan dengan pengembangan sebuah teori ilmu pengetahuan dan bagaimana mengaplikasikan teori ilmu pengetahuan. Hubungan antar manusia dilihat dari jenis ilmu pengetahuan apa yang sedang dikembangkan. Jika berhubungan dengan ilmu alam, maka relasi antar manusia semakin sedikit, tetapi jika berhubungan dengan ilmu sosial, maka relasi antar manusia dapat menjadi besar.

g. General Culture: Jenis pekerjaan ini lebih mengutamakan kegiatan melestarikan dan mentransmisikan budaya. Jenis pekerjaan ini memiliki perhatian terhadap aktivitas manusia sebagai suatu kelompok daripada individu. Pekerjaan ini antara lain di bidang pendidikan, jurnalistik dan bidang bahasa. Seringkali kelompok guru dikelompokkan dalam jenis pekerjaan ini.
h. Arts and Entertainment: Jenis pekerjaan ini membutuhkan orang-orang yang memiliki keterampilan dalam bidang seni dan hiburan.

4. Untuk tiap jenis kelompok pekerjaan tersebut di atas, terdiri dari 6 level atau tingkatan:

a. Proffesional and managerial 1: Kelompok ini memiliki ciri Independen dan tanggungjawab. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah inovator, kreator dan berposisi sebagai pimpinan dalam hal manajerial dan administratif yang memiliki tanggungjawab terhadap bidang-bidang yang digelutinya. Kriteria mereka adalah: (1) memiliki independensi yang kuat dalam berbagai bidang, (2) memiliki kemampuan untuk membuat kebijakan, (3) memiliki pendidikan yang memadai (S1 atau yang sederajat).

b. Proffesional and managerial 2: Kelompok kedua ini memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok pertama di atas. Perbedaan yang mecolok adalah: (1) mereka memiliki kemampuan untuk menginterpretasi kebijakan, (2) memiliki kemampuan untuk melaksanakan kebijakan dan (3) memiliki pendidikan setingkat diploma.

c. Semiprofessional and smal business: Kelompok ini memiliki kriteria sebagai berikut; (1) memiliki tanggungjawab yang rendah terhadap orang lain, (2) mampu melaksanakan kebijakan untuk dirinya sendiri dan (3) memiliki pendidikan setingkat sekolah menengah.
d. Skilled: Kelompok ini memerlukan magang atau pelatihan untuk dapat mengerjakan suatu kegiatan tertentu.
e. Semiskilled: Kelompok ini merupakan kelompok manusia yang melaksanakan pekerjaan dengan tidak memiliki otonomi sendiri, serta ijin untuk melaksanakan tindakan didasarkan pada perintah.
f. Unskilled: Kelompok ini melaksanakan tugas dengan tidak didasarkan pada keterampilan tertentu. Kelompok ini tidak membutuhkan keterampilan atau pendidikan tertentu dalam melaksanakan tugasnya.

5. Roe memberikan jenis-jenis pola asuh orang tua sebagai berikut: (a) konsentrasi emosi berpusat pada anak yang ditunjukkan dengan perilaku overprotective atau overdemanding, (b) penolakan terhadap anak dengan perilaku emotional rejection dan neglect,dan (c) penerimaan terhadap anak dengan perilaku mencintai dan menerima anak apa adanya.

6. Beberapa penelitian Roe menunjukkan adanya relasi antara pola asuh orang tua dengan orientasi pilihan karir siswa.

7. Diagram Hipotesis yang menunjukkan relasi antara pilihan pekerjaan dan hubungan (pola asuh) orang tua:

Bimbingan Karir

A.  Sekilas tentang Bimbingan karir
1.   Definisi
Definisi  dari  The  National  Guidance  Association,  diadopsi  dari  Super  (1951),
adalah  "proses  membantu  seseorang  mengembangkan  menerima  gambaran  diri  yang
terintegrasi  dan  adekuat  dan  peranannya  dalam  dunia  kerja,  mengetes  konsepnya  dalam
realitas, dengan kepuasan bagi dirinya dan keuntungan bagi masyarakat" (Sears, 1982).
Definisi ini menjelaskan bahwa pandangan tentang bimbingan karir akhir-akhir ini
berorientasi konsep diri dan terutama terfokus pada pengenalan diri dan penerimaan diri,
dan  ini  dapat  dikaitkan  dengan  alternatif-alternatif  okupasional  dan  pendidikan  yang
tersedia    bagi    individu    yang    bersangkutan.    Hal    ini    sejalan    dengan    perspektif
perkembangan  yang  menerima  pandangan  tahap  perkembangan  kehidupan  (life  span
developmental view) bimbingan karir. 
Bimbingan karir juga merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling 
yang ada di sekolah-sekolah. Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karir adalah 
bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih 
lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap 
memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai t
untutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai 
sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus 
dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam 
setiap pengalaman belajar bidang studi.
Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap 
individu (siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, 
memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk 
kehidupan yang diharapkan untuk menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan 
bahwa keputusannya tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya 
dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tunutan pekerjaan / karir yang dipilihnya
(Ruslan A.Gani : 11)
Menurut Herr bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program 
yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu 
memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan 
dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-
ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan 
mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:113).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan 
terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia 
kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang 
diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan
bertanggungjawab.
2.   Pentingnya bimbingan dan konseling karir
Awalnya bimbingan dan konseling karir difokuskan pada remaja dan dilaksanakan
di   sekolah.   Ini   dilakukan   dengan   asumsi   bahwa   banyak   masalah-masalah   tentang
okupasional yang dialami orang setelah mereka lulus dari sekolah lanjutan, dan sebagian
besar orang-orang tersebut bukanlah pelanggan konseling karir. Sampai ada seorang ahli
Sidney P. Marland  yang mengatakan bahwa reformasi lengkap terhadap sekolah lanjutan
yang    dipandang    sebagai    unsur    utama    dalam    mempersiapkan    kehidupan    secara
menyeluruh,  tidak  dapat  dicapai  sebelum  pendidikan  umum  menyetujui  dimasukkannya
perkembangan  karir  dewasa  ini  dalam  suatu  lingkungan  pendidikan  menengah  yang
komprehensif.
Namun  akhir-akhir  ini  lebih  meluas  pada  spektrum  total  dari  populasi,  termasuk
murid-murid  sekolah  dasar,  pensiunan,  wanita,  kelompok  minoritas,  dan  orang  cacat.
Pekerjaan yang sesuai dapat sangat positif bagi keseluruhan pengalaman individu. Maka
pilihan  dan  perencanaan yang  lebih  baik  akan  membantu  orang-orang  menemukan  jenis
pekerjaan yang memungkinkannya memainkan peranan-peranan yang lebih disukai dalam
hidupnya.
Sulitnya  dilakukan  prediksi  bukan  hanya  karena  kecenderungan-kecenderungan
pekerjaan  yang  bervariasi,  tapi  juga  karena  banyaknya  okupasi  baru  yang  timbul  dan
banyak  pula  okupasi  yang  hilang.  Meningkatnya  kompleksitas  dunia  kerja  dan  berlipat
gandanya pilihan-pilihan membuat Toffler (1970 : 264) menggambarkan bahwa masalah
yang terjadi adalah terlalu banyaknya pilihan. 

Sebagai bahan dasar pengetahuan tentang bimbingan karir, berikut materi yang ingin saya bagikan
unduh JO  di sini